Kotak Amal Anak Yatim di Masjid Agung Dibobol, Kerugian Diperkirakan Capai Rp10 Juta Lebih — Jamaah Desak CCTV Diaktifkan

- Penulis

Kamis, 1 Oktober 2026 - 06:28 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Kompas 1.asia
SUBULUSSALAM — Kotak amal khusus untuk anak yatim yang ditempatkan di Masjid Agung Kota Subulussalam dibobol pencuri. Uang di dalamnya yang telah dikumpulkan selama empat bulan dikabarkan raib, dengan kerugian diperkirakan mencapai lebih dari Rp10 juta .

Kejadian ini memicu kegelisahan dan pembicaraan hangat di kalangan jamaah. Padahal kotak tersebut terbuat dari besi kokoh dan dilengkapi gembok, namun tetap berhasil dibobol. Belum lagi, sistem pengawasan CCTV di lingkungan Masjid Agung diketahui tidak aktif, sehingga tidak dapat merekam jejak pelaku .

“Kerugiannya besar karena kotak itu sudah empat bulan tidak dibuka. Begitu dibuka, isinya sudah kosong,” ujar salah satu jamaah sekaligus pengurus masjid saat dikonfirmasi, Rabu (1/10/2026) .

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para jamaah meminta UPTD Masjid Agung segera mengaktifkan kembali kamera pengawas. Pasalnya, ketiadaan pengawasan dinilai memudahkan pelaku bergerak bebas.

“Kami berharap UPTD segera mengaktifkan CCTV agar hal serupa tidak terulang. Selain itu, rekaman juga bisa membantu melacak siapa saja yang keluar-masuk masjid, terutama di luar jam ibadah,” tegas jamaah lainnya.

Hingga saat ini belum ada laporan resmi yang disampaikan ke pihak kepolisian. Masyarakat berharap pengurus segera mengambil langkah tegas, termasuk melaporkan kasus ini ke aparat penegak hukum agar pelaku dapat ditindak sesuai ketentuan yang berlaku

Kompas 1.asia/ramona

Follow WhatsApp Channel kompas1.asia untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Lahir Pancasila, Kepala Desa, Ajak Warga Tanamkan Nilai Persatuan
Diduga Korsleting Kulkas, Warung Kopi di Lahan Perhutani Mesoyi Talun Ludes Terbakar
Ketika Pendidikan Karakter Menjadi Tantangan Madrasah, 320 Siswa MI Kota Cimahi Belajar Tangguh di Alam
“BERHENTI MENCATUT NAMA DESA KAMI!” DAN WARGA,Puluhan Warga Desa Lae Saga Keberatan Segelintir Oknum Mengatasnamakan Seluruh Warga Dan Desa dalam SengketaLahan
BPD Lama Digantikan BPD Baru, Desa Pameuntasan Perkuat Kolaborasi
​Menyongsong Era Baru Kepolisian:
Jangan Bawa-bawa Nama Warga Lae Saga! Puluhan Warga Keberatan Pencatutan Nama Terkait Sengketa Lahan
Usai Sidang PT BDS, JHB Minta Identitas Perampasan HP wartawan Diungkap
Berita ini 19 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:23 WIB

Hari Lahir Pancasila, Kepala Desa, Ajak Warga Tanamkan Nilai Persatuan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:01 WIB

Diduga Korsleting Kulkas, Warung Kopi di Lahan Perhutani Mesoyi Talun Ludes Terbakar

Kamis, 1 Oktober 2026 - 06:28 WIB

Kotak Amal Anak Yatim di Masjid Agung Dibobol, Kerugian Diperkirakan Capai Rp10 Juta Lebih — Jamaah Desak CCTV Diaktifkan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 04:46 WIB

Ketika Pendidikan Karakter Menjadi Tantangan Madrasah, 320 Siswa MI Kota Cimahi Belajar Tangguh di Alam

Kamis, 1 Oktober 2026 - 04:18 WIB

“BERHENTI MENCATUT NAMA DESA KAMI!” DAN WARGA,Puluhan Warga Desa Lae Saga Keberatan Segelintir Oknum Mengatasnamakan Seluruh Warga Dan Desa dalam SengketaLahan

Berita Terbaru