Cimahi.Jabar.Kompas1.asia
Pendidikan karakter tidak cukup hanya disampaikan melalui teori di ruang kelas. Nilai disiplin, tanggung jawab, kemandirian, kepedulian, kerja sama dan akhlak perlu dibangun melalui pengalaman nyata. Pesan inilah yang menjadi salah satu semangat utama dalam pelaksanaan Super Educamp MI 2026 yang diikuti 320 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kota Cimahi.
Kegiatan yang berlangsung selama 29–30 September 2026 di Lembah Puspa Camping Ground, Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, tersebut merupakan program Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Kota Cimahi bekerja sama dengan LEMDIKLAT Iwung Mutiara Bangsa. Sebanyak 42 pendamping putra dan putri turut mendampingi peserta selama kegiatan.
Mengangkat motto “Belajar di Alam, Tangguh Karakternya, Hebat Akhlaknya”, Super Educamp dirancang sebagai ruang pembelajaran di luar kelas yang menempatkan peserta didik pada situasi nyata. Mereka tidak hanya menerima materi, tetapi dituntut untuk mengalami, melakukan, bekerja sama, mengambil tanggung jawab dan belajar menghadapi berbagai tantangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Cimahi, Dr. H. Irwan Nurjaman, S.Ag., M.Si.
Dalam arahannya, Kepala Kemenag Kota Cimahi menekankan pentingnya pendidikan karakter sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan madrasah. Pembentukan peserta didik tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi harus berjalan seiring dengan pembentukan akhlak, sikap, kedisiplinan dan tanggung jawab.
Menurutnya, madrasah memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang memiliki pengetahuan sekaligus karakter. Karena itu, proses pendidikan perlu memberikan ruang yang cukup bagi peserta didik untuk belajar melalui pengalaman, interaksi sosial dan pembiasaan perilaku positif.
Pesan tersebut menemukan bentuknya dalam Super Educamp. Alam dijadikan sebagai ruang belajar karakter, tempat siswa belajar bahwa kemandirian harus dipraktikkan, kedisiplinan harus dijalankan, kerja sama harus dibangun, dan kepedulian harus diwujudkan dalam tindakan.
Ketua Kelompok Kerja Madrasah (KKM) Kota Cimahi, Ahmad Rumli, S.Ag., menegaskan bahwa penguatan karakter membutuhkan proses dan pembiasaan yang konsisten.
Menurut Ahmad Rumli, pendidikan karakter tidak akan optimal apabila hanya berhenti pada penyampaian nasihat atau materi di dalam kelas. Anak perlu diberikan kesempatan untuk mengalami langsung nilai-nilai yang ingin dibangun.
Ia melihat kegiatan Super Educamp sebagai salah satu bentuk pembelajaran yang memberikan pengalaman tersebut. Ketika siswa harus mengatur perlengkapan sendiri, mengikuti aturan, bekerja dalam kelompok, menghadapi tantangan dan menjaga lingkungan, pada saat yang sama mereka sedang belajar bertanggung jawab.
“Karakter bukan hanya untuk diketahui, tetapi harus dilatih dan dibiasakan. Anak-anak perlu mendapatkan pengalaman langsung agar nilai disiplin, mandiri, tanggung jawab, kerja sama dan kepedulian menjadi bagian dari perilaku mereka,” demikian pesan yang disampaikan Ahmad Rumli dalam konteks pelaksanaan kegiatan.
Ia berharap kerja sama KKM Kota Cimahi dengan LEMDIKLAT Iwung Mutiara Bangsa dapat terus dikembangkan untuk menghadirkan model kegiatan pendidikan karakter yang kreatif, kontekstual dan memberikan pengalaman nyata bagi peserta didik madrasah.
Dari Alam untuk Membentuk Karakter
LEMDIKLAT Iwung Mutiara Bangsa sebagai pelaksana kegiatan menerapkan pendekatan experiential learning atau pembelajaran berbasis pengalaman melalui berbagai aktivitas alam terbuka.
Pendekatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk belajar melalui situasi nyata. Tantangan di alam digunakan sebagai media untuk membangun keberanian, ketangguhan, kemandirian dan kemampuan bekerja sama.
Di sisi lain, kehidupan bersama selama kegiatan juga menjadi media pembelajaran sosial. Peserta belajar menghargai teman, mengikuti aturan, menjaga kebersihan, menghormati lingkungan dan menyelesaikan tugas bersama.
Hal tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan karakter dapat dibangun melalui berbagai ruang pembelajaran. Kelas tetap penting, tetapi pengalaman di luar kelas dapat menjadi penguat yang membuat nilai-nilai karakter lebih konkret dan mudah dipahami peserta didik.
Super Educamp MI 2026 pada akhirnya bukan sekadar kegiatan perkemahan. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menjawab kebutuhan pendidikan madrasah dalam membentuk generasi yang memiliki keseimbangan antara pengetahuan, karakter dan akhlak.
Dengan melibatkan 320 peserta dan 42 pendamping, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat pesan bahwa madrasah tidak hanya bertugas mencetak anak yang cerdas secara akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang tangguh, berakhlak, mandiri dan peduli.
Super Educamp MI 2026
“Belajar di Alam, Tangguh Karakternya, Hebat Akhlaknya.”
@A.Suka_2026
















Komentar