Kompas 1,asia
SUBULUSSALAM, 1 Oktober 2026 — Puluhan warga Desa Lae Saga, Kecamatan Longkib, Kota Subulussalam, menyatakan keberatan keras atas tindakan segelintir oknum yang terus-menerus mengatasnamakan seluruh warga Desa Lae Saga dalam sengketa lahan yang sedang terjadi.
Tokoh masyarakat Desa Lae Saga, Sutrisno, yang telah menetap di wilayah itu sejak 1981, mengungkapkan hal itu secara tegas di hadapan warga yang berkumpul. Menurutnya, lebih dari 80 persen warga Lae Saga sama sekali tidak mengetahui persoalan lahan yang disengketakan tersebut.
“Silahkan kalian bersengketa, tapi jangan bawa-bawa nama Desa Lae Saga. Buat nama kelompok kalian sendiri. Warga Lae Saga tidak pernah bersengketa dengan pemilik lahan itu,” tegas Sutrisno.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia kemudian mengungkapkan fakta sejarah terkait lahan tersebut. Pada tahun 2012, warga Dusun Gunung Merapi diminta membuka lahan secara berkelompok. Bagi yang tidak ikut, dikenakan upah. Setelah pengerjaan selesai, Sudarsono — yang saat itu menjabat Kepala Dusun — membagikan uang sebesar Rp1.250.000 per Kepala Keluarga di kediamannya, dan seluruh warga Merapi menerimanya.
“Salahnya warga saat itu tidak bertanya, uang dari mana. Maklum, dulu warga masih awam. Rp1.250.000 pada masa itu sudah sangat besar. Yang kami tahu, lahan itu sudah punya pemilik, yang menanam dan merawatnya,” ujar Sutrisno.
Kini, lahan yang dibuka bersama itu ternyata sudah dijual, bahkan ada warga yang di bayar dua kali. Sutrisno meminta Sudarsono dan pihak yang bersengketa jujur dan tidak memutarbalikkan fakta.
“Sudarsono jangan berbohong. Pembagian uang itu terjadi di rumahnya sendiri. Jangan membebani orang tua kita yang sudah meninggal, karena mereka juga ikut menerima bagian itu. Kalau dipersoalkan, itu berdosa,” tambahnya.
Sutrisno menegaskan, sengketa ini urusan pribadi sekelompok orang, bukan urusan seluruh warga Lae Saga. Ia meminta pihak yang bersengketa berhenti menggunakan nama warga maupun nama kelompok transmigrasi untuk kepentingan masing-masing.
Kompas 1,asia
















Komentar