“BERHENTI MENCATUT NAMA DESA KAMI!” DAN WARGA,Puluhan Warga Desa Lae Saga Keberatan Segelintir Oknum Mengatasnamakan Seluruh Warga Dan Desa dalam SengketaLahan

- Penulis

Kamis, 1 Oktober 2026 - 04:18 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Kompas, 1, asia
SUBULUSSALAM, 1 Oktober 2026 — Puluhan warga Desa Lae Saga, Kecamatan Longkib, Kota Subulussalam, menyatakan keberatan tegas atas tindakan segelintir oknum yang terus-menerus mencatut nama warga dan nama desa tersebut dalam sengketa lahan yang sedang berlangsung. Menurut para warga, masalah itu hanya menyangkut pihak-pihak tertentu, dan mayoritas warga sama sekali tidak mengetahui maupun terlibat di dalamnya.

Salah satu tokoh masyarakat Desa Lae Saga, Sutrisno, yang memahami sejarah terkait lahan tersebut, menyampaikan penjelasan kronologis kepada media.

“Pada tahun 2012, warga Dusun Merapi disuruh membuka lahan secara berkelompok. Bagi yang tidak ikut membuka dikenakan biaya upah. Setelah itu, Sudarsono membagikan uang sebesar Rp1.250.000 per Kepala Keluarga. Semua warga Merapi menerimanya,” ungkap Sutrisno.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia melanjutkan, saat itu warga tidak bertanya asal-usul uang tersebut karena keterbatasan pemahaman. “Maklumlah, pada masa itu warga masih awam. Angka Rp1.250.000 sudah terasa sangat besar. Yang kami tahu, lahan yang dibuka itu sudah milik orang lain, yang sudah menanam dan merawatnya,” tambahnya.

Sutrisno menegaskan, lebih dari 80 persen warga Desa Lae Saga sama sekali tidak mengetahui sengketa lahan yang terjadi. Ia meminta pihak-pihak yang bersengketa untuk tidak lagi mengatasnamakan warga maupun nama desa.

“Kalian boleh bersengketa, tapi jangan bawa-bawa nama Desa Lae Saga maupun warga transmigrasi. Buat saja nama kelompok kalian sendiri. Warga Lae Saga tidak pernah bersengketa dengan pemilik lahan tersebut,” tegasnya.

Ia juga meluruskan fakta pembagian uang pada masa itu. “Pembagian uang Rp1.250.000 per KK dilakukan di rumah Sudarsono, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Dusun. Semua warga Merapi menerimanya. Jangan berbohong, Sudarsono. Orang-orang tua kita yang sudah tiada pun ikut menerima bagian itu, jika dipermasalahkan nanti berdosa,” ucap Sutrisno dengan nada tinggi.

Warga yang berkumpul juga menyampaikan rasa malu atas peristiwa ini. “Kami yang tinggal di Lae Saga merasa malu. Hanya segelintir oknum yang membawa nama desa, padahal mayoritas tidak tahu apa-apa. Lahan itu sudah jelas milik orang yang merawatnya. Berhentilah mencatut nama warga Lae Saga terus-menerus,” pungkas Sutrisno yang telah menetap di Lae Saga sejak tahun 1981.

Para warga berharap pihak yang bersengketa menyelesaikan masalah secara pribadi tanpa melibatkan nama baik warga maupun nama Desa Lae Saga.

Kompas 1,asia

Follow WhatsApp Channel kompas1.asia untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketika Pendidikan Karakter Menjadi Tantangan Madrasah, 320 Siswa MI Kota Cimahi Belajar Tangguh di Alam
BPD Lama Digantikan BPD Baru, Desa Pameuntasan Perkuat Kolaborasi
​Menyongsong Era Baru Kepolisian:
Jangan Bawa-bawa Nama Warga Lae Saga! Puluhan Warga Keberatan Pencatutan Nama Terkait Sengketa Lahan
Usai Sidang PT BDS, JHB Minta Identitas Perampasan HP wartawan Diungkap
Dinkes Gelar Evaluasi Manajemen Pelayanan RSUD
Pancasila Teguh, Indonesia Tangguh: Bupati dan Wabup Aceh Singkil Ajak Rawat Persatuan
Kapolres Pekalongan Pimpin Upacara dan Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 04:46 WIB

Ketika Pendidikan Karakter Menjadi Tantangan Madrasah, 320 Siswa MI Kota Cimahi Belajar Tangguh di Alam

Kamis, 1 Oktober 2026 - 04:18 WIB

“BERHENTI MENCATUT NAMA DESA KAMI!” DAN WARGA,Puluhan Warga Desa Lae Saga Keberatan Segelintir Oknum Mengatasnamakan Seluruh Warga Dan Desa dalam SengketaLahan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 04:16 WIB

BPD Lama Digantikan BPD Baru, Desa Pameuntasan Perkuat Kolaborasi

Kamis, 1 Oktober 2026 - 04:12 WIB

​Menyongsong Era Baru Kepolisian:

Kamis, 1 Oktober 2026 - 03:11 WIB

Jangan Bawa-bawa Nama Warga Lae Saga! Puluhan Warga Keberatan Pencatutan Nama Terkait Sengketa Lahan

Berita Terbaru

Berita

​Menyongsong Era Baru Kepolisian:

Kamis, 1 Okt 2026 - 04:12 WIB