Kompas. 1. Asia.
Bupati Bandung , Dr. HM. Dadang Supriatna, S.Ip., M.Si, membuka Workshop Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan bertajuk ” Evaluasi Manajemen dan Pelayanan RSUD Kabupaten Bandung” Kegiatan diselenggarakan oleh, Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, di Sutan Raja Hotel and Convention Centre, Rabu ( 30/9/26 ). Kegiatan ini bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Evalusi ini mencakup aspek keuangan, operasional, mutu layanan, serta tata kelola rumah sakit agar selaras dengan visi pembangunan daerah dan kebutuhan riil masyarakat.
Bupati Bandung, secara konsisten menegaskan bahwa pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) BEDAS merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di bidang kesehatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menekankan bahwa pelayanan kesehatan adalah hak setiap warga negara dan menjadi kewajiban pemerintah untuk memastikannya tersedia secara merata dan berkualitas.
Bupati menjelaskan “Salah satu indikator peningkatan SDM itu adalah kesehatan. Pelayanan kesehatan merupakan hak warga masyarakat dan merupakan kewajiban dari pemerintah untuk menghadirkan rumah sakit ini.” Jelasnya.
Selaras dengan visi dan misi daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Visi Kabupaten Bandung periode 2021–2026 adalah “Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Bandung yang Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis, dan Sejahtera” (BEDAS).
Misi Kesehatan dalam Visi BEDAS
Untuk mewujudkan visi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung menetapkan lima misi utama, salah satunya secara spesifik berkaitan dengan kesehatan, yaitu: “Menyediakan layanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas dan merata”. Misi ini menjadi landasan strategis bagi seluruh program dan kegiatan Dinas Kesehatan serta instansi terkait dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Dr. Hanhan Siti Hasanah, M.H melaporkan bahwa tiga RSUD BEDAS Kertasari, Cimaung, dan Tegalluar sudah bekerja sama dengan BPJS. RSUD Arjasari sedang proses akreditasi dan pengajuan kredensialing BPJS, sedangkan RSUD Pacira tengah mempersiapkan survei akreditasi. Kelimanya sudah memiliki izin operasional dan siap melayani masyarakat.
“Sekitar 90 persen pendapatan RSUD berasal dari BPJS. Karena itu, kelancaran kerja sama ini sangat menentukan keberlanjutan layanan,” ujar Siti.
Ia menambahkan, hingga kini seluruh kebutuhan RSUD BEDAS, baik SDM, sarana prasarana, alat kesehatan, obat, maupun BMHP, masih sebagian besar disubsidi APBD. Ke depan, kelima RSUD didorong mampu membiayai dirinya sendiri melalui penguatan BLUD dan peningkatan pendapatan.
Evaluasi Manajemen dan Pelayanan dihadiri, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, dr. Hanhan Siti Hasanah, M.H. jajaran Direksi RSUD, Nakes dan dinas terkait serta undangan.
Jurnalis : Dhany.
















Komentar