MAKNA SIMBOLIK GARUDA PANCASILA, LAMBANG NEGARA KEBANGGAAN BANGSA INDONESIA

- Penulis

Kamis, 1 Oktober 2026 - 02:49 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

Kompas1.asia
BANDUNG, 1 Oktober 2026 — Garuda Pancasila bukan sekadar gambar burung elok berwarna emas. Setiap bagian yang melekat padanya sarat makna mendalam, menjadi cerminan jiwa, semangat, serta fondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sebagai lambang negara, Garuda Pancasila dirancang dengan penuh ketelitian di mana setiap elemen memiliki arti yang tak terpisahkan dari perjalanan bangsa.

Burung Garuda: Simbol Kekuatan & Kejayaan

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Burung Garuda berwarna kuning emas melambangkan keagungan, kejayaan, serta kemuliaan bangsa Indonesia. Jumlah bulu yang tersusun pun tak dipilih secara acak, melainkan menandai hari bersejarah proklamasi kemerdekaan:

– 17 helai bulu pada masing-masing sayap → melambangkan tanggal 17
– 8 helai bulu pada ekor → melambangkan bulan Agustus
– 19 helai bulu di pangkal ekor → angka 19
– 45 helai bulu di leher → melambangkan tahun 1945

Perisai: Lima Sila, Lima Harapan Bangsa

Di dada Garuda terpasang perisai yang melindungi sekaligus memuat lima dasar negara, Pancasila:

– Bintang Emas — Sila pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa. Melambangkan cahaya kerohanian, keyakinan, dan iman sebagai fondasi kehidupan berbangsa.
– Rantai Emas — Sila kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Mata rantai bulat dan persegi melambangkan hubungan timbal balik manusia, setara, saling menghormati tanpa membeda-bedakan.
– Pohon Beringin — Sila ketiga: Persatuan Indonesia. Akar yang menjalar kokoh melambangkan keberagaman suku, budaya, dan pulau yang menyatu dalam satu bangsa; tempat berlindung seluruh rakyat.
– Kepala Banteng — Sila keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Melambangkan kekuatan rakyat, semangat berkumpul, bermusyawarah mencapai mufakat.
– Padi dan Kapas — Sila kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Lambang pangan dan sandang, harapan agar kemakmuran terbagi merata, tak ada yang tertinggal.

Garis hitam melintang di tengah perisai melambangkan garis khatulistiwa, tempat Indonesia berada, memisahkan belahan bumi utara dan selatan.

Semboyan Pemersatu

Cakar Garuda mencengkeram erat pita putih bertuliskan:

BHINNEKA TUNGGAL IKA
“Berbeda-beda tetapi tetap satu jua”

Semboyan ini menjadi pengingat abadi: meski terdiri dari ribuan pulau, ratusan suku, bahasa, dan adat, Indonesia tetap satu — tak terpisahkan.

Garuda Pancasila mengajarkan: kekuatan bangsa bukan hanya pada kemegahan, melainkan pada kesetiaan menjaga lima sila, kebersamaan dalam perbedaan, serta tekad mewujudkan keadilan bagi seluruh rakyat. Itulah makna sesungguhnya lambang negara yang kita banggakan.

Follow WhatsApp Channel kompas1.asia untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketika Pendidikan Karakter Menjadi Tantangan Madrasah, 320 Siswa MI Kota Cimahi Belajar Tangguh di Alam
“BERHENTI MENCATUT NAMA DESA KAMI!” DAN WARGA,Puluhan Warga Desa Lae Saga Keberatan Segelintir Oknum Mengatasnamakan Seluruh Warga Dan Desa dalam SengketaLahan
BPD Lama Digantikan BPD Baru, Desa Pameuntasan Perkuat Kolaborasi
​Menyongsong Era Baru Kepolisian:
Jangan Bawa-bawa Nama Warga Lae Saga! Puluhan Warga Keberatan Pencatutan Nama Terkait Sengketa Lahan
Usai Sidang PT BDS, JHB Minta Identitas Perampasan HP wartawan Diungkap
Dinkes Gelar Evaluasi Manajemen Pelayanan RSUD
Pancasila Teguh, Indonesia Tangguh: Bupati dan Wabup Aceh Singkil Ajak Rawat Persatuan
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 04:46 WIB

Ketika Pendidikan Karakter Menjadi Tantangan Madrasah, 320 Siswa MI Kota Cimahi Belajar Tangguh di Alam

Kamis, 1 Oktober 2026 - 04:18 WIB

“BERHENTI MENCATUT NAMA DESA KAMI!” DAN WARGA,Puluhan Warga Desa Lae Saga Keberatan Segelintir Oknum Mengatasnamakan Seluruh Warga Dan Desa dalam SengketaLahan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 04:16 WIB

BPD Lama Digantikan BPD Baru, Desa Pameuntasan Perkuat Kolaborasi

Kamis, 1 Oktober 2026 - 04:12 WIB

​Menyongsong Era Baru Kepolisian:

Kamis, 1 Oktober 2026 - 03:11 WIB

Jangan Bawa-bawa Nama Warga Lae Saga! Puluhan Warga Keberatan Pencatutan Nama Terkait Sengketa Lahan

Berita Terbaru

Berita

​Menyongsong Era Baru Kepolisian:

Kamis, 1 Okt 2026 - 04:12 WIB